Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Eternals (2021): Sinopsis, Alur Cerita, dan Ulasan

eternals

Eternals menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar Marvel jelang akhir tahun 2021 ini. Selain karena banyaknya bintang yang bermain di film ini, kisahnya sendiri dianggap sebagai peletak dasar dari Marvel Cinematic Universe (MCU) Fase 4.

Eternals tayang perdana di Indonesia pada 10 November 2021. Padahal Marvel Indonesia sudah beriklan di trending topic Twitter pada 3 November lalu. Namun iklan tersebut ditarik, karena ternyata distribusi filmnya mengalami hambatan. Lantas seperti apa sih filmnya?

Sinopsis

Eternals menghadirkan kisah tentang sekelompok pahlawan dari luar angkasa yang telah melindungi Bumi sejak awal peradaban manusia. Ketika Deviants, makhluk jahat yang telah lama hilang, secara misterius kembali mengancam, para Eternals harus bersatu kembali guna menyelamatkan umat manusia.

Kira-kira begitulah sinopsis singkatnya. Ada yang menyebut lagi bahwa Eternals adalah ras alien kuno. Dan penyebutan-penyebutan terhadap Eternals ini kemudian bisa terjawab ketika filmnya ditayangkan.

Dari sinopsis ini banyak yang berupaya menjelaskannya dengan memakai referensi komik yang sudah ada. Mereka yang memakai referensi ini, niscaya akan menemukan banyak perbedaan dalam filmnya kali ini.

Alur Cerita

Dalam berbagai ulasan pasca world premiere Eternals 18 Oktober silam, Eternals dianggap memiliki alur cerita yang kompleks. Berbagai sejarah peradaban manusia muncul pada kilas balik film ini. Mulai dari Mesopotamia, Babilonia, hingga sejarah awal peradaban manusia yang masih berburu dan meramu.

Sayangnya buat para penggemar Marvel, agaknya alur cerita Eternals ini banyak menuai kritik. Di situs Rotten Tomatoes bahkan Eternals mendapat skor dari kritikus yang paling buruk sepanjang film Marvel ditayangkan. Eternals mendapatkan skor 47%.

Oleh para penonton, kritik itu dibalas dengan skor yang lebih baik. Saat ini Eternals bertahan di angka 80%. Namun apakah itu menandakan Eternals bagus? Mari kita ulas bersama-sama.

Ulasan Eternals

Untuk menonton film Eternals ini, saya mengajak untuk melupakan cerita dalam versi komik. Sebab ceritanya agak sedikit berbeda.

Pada ceritanya dalam komik, kita diajak untuk memahami bahwa Eternals dan Deviants adalah dua sosok makhluk bumi yang diciptakan oleh makhluk luar angkasa bernama Celestials. Eternals punya kekuatan super yang khas dan hidup abadi, sementara Deviants cenderung memiliki bentuk monster dan tidak stabil.

Persamaannya adalah pakem bahwa Eternals tidak boleh mencampuri urusan umat manusia, kecuali itu melibatkan Deviants. Itulah mengapa Eternals tidak muncul dalam pertarungan Avengers dengan Thanos.

Film Eternals diawali dari kedatangan sepuluh makhluk Eternals ini ke bumi pada 7.000 tahun lalu dengan mengendarai pesawat bernama Domo. Saat itu peradaban manusia masih kuno. Belum ada teknologi canggih. Sehingga ketika Deviants muncul, manusia hanya menjadi santapan mereka saja.

Di awal film, kita langsung disuguhkan para petarung Eternals baik Thena (Angelina Jolie), Gilgamesh (Ma Dong-seok), Kingo (Kumail Nanjiani), dan Ikaris (Richard Madden) dalam melawan Deviants.

Secara teknis, Eternals memang unggul dibandingkan Deviants. Hingga akhirnya Ajak (Salma Hayek) sang Prime Eternals akhirnya menyatakan bahwa Deviants telah mereka musnahkan.

Sayangnya di masa sekarang, anggapan Ajak itu keliru. Sebab Deviants masih ada hingga masa sekarang dan menjadi bagian dari alur utama yang menjadi inti cerita dalam Eternals.

Dalam film ini kita diajak untuk melupakan batasan yang mana baik dan yang mana buruk. Konsepnya mirip dengan tim Captain America dan tim Iron Man dalam film Captain America: Civil War. Para tokoh dihadapkan pada pilihan mau patuh dengan Sokovia Accords atau menentangnya seperti yang dilakukan tim Captain.

Akhirnya kita disajikan pergulatan antara para tokoh dan mereka nyaris membunuh satu sama lainnya. Dan di Eternals pun begitu. Bahkan kondisinya lebih parah. Sebab dalam konsep Eternals, mereka tidak berhadapan dengan General Ross, namun berhadapan dengan Celestial yang secara teknis adalah pencipta Eternals sendiri.

Pergulatan emosi satu sama lainnya cukup kompleks. Masing-masing dari Eternals memiliki kondisi psikologi yang berbeda. Dalam berbagai bocoran, kita sudah dikisahkan ada salah satu Eternals, yakni Phastos (Bryan Tyree Henry), yang merupakan sosok LGBT. Ketika menonton filmnya, kita tak hanya disuguhkan pada sosok Phastos yang gay saja, namun ada beberapa Eternals yang memang tercipta (maaf) 'tidak normal'.

Secara umum, Eternals ini menjadi wajah baru dari Marvel Cinematic Universe yang pada fase 4 menitikberatkan pada kekuatan sihir dan kosmik alih-alih kekuatan teknologi seperti fase sebelumnya yang dimotori oleh Tony Stark. Memang ada Phastos yang menjadi teknisi bagi para Eternals, namun kecerdasannya adalah hasil kekuatan kosmiknya yang diberikan Celestial.

Lalu film ini layak direkomendasi untuk siapa? Film ini cocok ditonton oleh mereka yang tidak mempermasalahkan adanya film yang mengisahkan ada pencipta selain Tuhan yang diyakini selama ini. Juga cocok buat mereka yang suka akan genre super-hero dengan sedikit bumbu drama tentang sifat dasar manusia. Diluar yang tiga ini, sepertinya film Eternals bakal menjadi film yang membosankan.

Pemeran Eternals

  • Angelina Jolie sebagai Thena
  • Richard Madden sebagai Ikaris
  • Kumail Nanjiani sebagai Kingo
  • Lauren Ridloff sebagai Makkari
  • Brian Tyree Henry sebagai Phastos
  • Salma Hayek sebagai Ajak
  • Lia McHugh sebagai Sprite
  • Ma Dong-seok sebagai Gilgamesh
  • Barry Keoghan sebagai Druig
  • Gemma Chan sebagai Sersi
  • Kitt Harington sebagai Black Knight
  • Sutradara: Chloé Zhao

Posting Komentar untuk "Eternals (2021): Sinopsis, Alur Cerita, dan Ulasan"