Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review PK (2014): Kritik Sosial Lewat Alien

pk

Dunia perfilman India sedang menemukan cita rasa baru dalam film mereka. Kali ini datang dari PK (Peekay). Buah karya Rajkumar Hirani ini mendapat banyak pujian tentang keunikan dan orisinalitas ceritanya. Film yang dirilis sejak Desember 2014 ini mengisahkan tentang alien yang diturunkan ke Bumi untuk mempelajari planet biru ini. Setelah kehilangan bandul kalung yang berguna sebagai remote kontrol terhadap pesawat ruang angkasanya, alien tersebut justru membawa kita semua ke dalam petualangan yang menggugah kesadaran.

PK yang merupakan kependekan dari peekay menjadi nama panggilan bagi alien yang diperankan Aamir Khan tersebut. Peekay berarti pemabuk, sebuah nama yang dilekatkan atas pertanyaan-pertanyaan alien tersebut pada semua orang. Ia bertanya, "Dimana Tuhan?". Pertanyaan itu dituntun dari peristiwa kehilangan remote kontrol itu akibat dicuri seseorang. Peekay berkelana, mencari tahu tentang Tuhan. Ia ingin meminta tolong pada Tuhan agar mengembalikan remote kontrolnya.

Demi kepulangannya ke planet asal, PK rela masuk keluar agama untuk meminta tolong pada Tuhan agar menemukan remote kontrolnya tersebut. Dialog-dialog polos dan lugu yang ia utarakan kepada orang-orang yang ia temui membuat film ini jadi menarik dan disukai banyak orang. Pertemuan PK dengan Tapasvi Maharaj menegaskan bahwa film ini merupakan satir bagi kehidupan agama Hindu di India.

PK dibantu Jaggu (Anushka Sharma), seorang wartawati televisi lokal untuk mengambil kembali remote kontrol yang diklaim sebagai gendang dewa Siwa oleh Tapasvi. Polemik tentang 'salah sambung' yang dibuka oleh PK menjadi bola liar yang menghempaskan 'bisnis' Tapasvi. 'Salah sambung' menjadi hits di seluruh dunia. Banyak orang mengirimkan video salah sambung kepada televisi dimana Jaggu bekerja.

Salah sambung merupakan konsep yang dibawa PK. Ia beranggapan bahwa pemuka agama yang mengaku sebagai wakil Tuhan, mampu berbicara kepada Tuhan, telah menciptakan tuhan sendiri. Ada begitu banyak simbol-simbol keagamaan yang diurai oleh PK dan dirontokkan lewat alur logis yang begitu baik. Dan secara sadar, sejatinya PK telah membuka beberapa kesalahan kaum beragama sejak dulu yang mengedepankan simbol, bahkan materi. Semuanya disebut salah sambung oleh PK, karena Tuhan yang sebenarnya bukan diwakili oleh orang-orang macam Tapasvi.

Rajkumar Hirani mengingatkan kita akan cerita 3 Idiots lima tahun silam. Film yang juga disutradarainya tersebut hampir sama inpiratifnya dengan PK kali ini. Namun PK ternyata jauh lebih berani dengan mengambil tema yang sensitif, yakni isu agama. Cerdiknya Rajkumar dan Aamir Khan selaku produser, PK dibuat lewat sosok alien, sehingga bisa sedikit melepaskan diri dari sensitifitas isu tersebut.

Posting Komentar untuk "Review PK (2014): Kritik Sosial Lewat Alien"