Kedai Extra Pedas Loempia Bom Indramayu: Rajanya Lumpia Besar

Awal kali mencicipi rasa pedas dari sambal yang disertakan dalam seporsi lumpia memang cukup memanjakan lidah Indramayu saya.

Betapa tidak, dengan besaran lumpia yang tidak umum untuk ukuran Indramayu, juga masih ditambah dengan sedikit lalapan pencuci mulut. Tapi yang membuat banyak orang berkantong pas-pasan seperti saya, tutupnya kedai makanan yang beralamat di sebelah kiri dari seberang jalan gedung DPRD Indramayu ini sempat menumbuhkan rasa kangen yang terungkap malu-malu.

Lumpia dan beberapa makanan di kedai ini dikenal murah dengan rasa yang lebih dari sepadan dengan harganya.

Indramayu itu biaya hidupnya makin tinggi dari hari ke hari. Itulah mengapa angka Upah Minimum Kabupaten (UMK)-nya paling tinggi untuk Wilayah 3 Cirebon, bahkan sanggup mengungguli Subang. Tapi untuk banyak hal, masih tertinggal dari Cirebon.

Sehingga, asal tahu saja, banyak orang Indramayu sendiri lebih memilih Cirebon untuk menghabiskan akhir pekannya. Karena selain masih minim sarana, Indramayu pun menjadi kota dengan biaya hidup yang cukup mahal.

Jadi tak heran ketika ada begitu banyak rumah makan dan tempat-tempat kongkow yang memasang tarif cukup memberatkan kantong. Maka hadirnya Kedai Extra Pedas Loempia Bom seperti angin segar, yang sayangnya berhembus tidak lama.

Untunglah, Kedai Extra Pedas Loempia Bom (saya singkat saja jadi KEPLoB) hadir lagi. Setelah menghuni kios di seberang Surya Toserba, kedai lumpia ini hadir kembali di food court Yogya Toserba. Dengan tampilan yang sama, dan menu-menu yang sama, KEPLoB terlahir kembali sebagai franchise di Indramayu dari Kedai Extra pedas yang sudah lebih dulu eksis di beberapa kota besar.

Khas dari KEPLoB adalah lumpia, tentu saja. Namun kembali pada kebiasaan masyarakat Indonesia yang belum makan apabila belum memakan nasi, KEPLoB pun menghadirkan menu paket nasi. Ya, paket. Sebab paket menunjukkan niatan pedagang untuk mengemas makanan agar tetap hadir dengan harga murah namun tidak merugikan kedua belah pihak. Coba simak paketannya di bawah ini.

Saya pernah mencoba ayam kremes minggu kemarin. Rasanya lumayan. Meski penyajiannya agak memakan waktu. Sayangnya porsinya terlalu kecil buat saya (laper, atau doyan?), sehingga dibutuhkan seporsi tambahan lumpia jamur yang cukup aduhai. Kekurangannya, pramusajinya kurang ramah. Salah saya mungkin, yang datang kesitu saat jelang akhir bulan.

Loempia Bom Indramayu

Loempia Bom Indramayu

Target KEPLoB, sepengamatan saya, sebenarnya satu: kalangan kampus. Cuma sayangnya, Indramayu bukanlah lingkungan akademik seperti tempat asal KEPLob di Purwokerto, maupun Jogjakarta dan Bandung. Pemenuhan target ini terlihat dari standar harga yang dicantumkan, porsi besar yang mengenyangkan, dan pastinya keberadaan poster-poster yang menarik dan berupaya melucu.
Loempia Bom Indramayu

Saya nggak tahu pasti mengapa KEPLoB itu pindah dari tempatnya yang lama. Padahal dari sisi parkir, dibanding yang sekarang, parkiran di tempat lama sangat representatif. Atau strategi KEPLoB berupaya menyasar pengunjung Surya Toserba, sehingga mereka tetap memarkirkan kendaraannya di sana dan makannya di KEPLoB. Oleh karena itu kali ini tak begitu memusingkan parkiran.

Kalau KEPLoB menyasar pengunjung Surya Toserba, maka konsepnya saya pikir perlu banyak diubah. Pertama, orang Indramayu yang melakukan kegiatan amussement di kotanya sendiri nggak begitu elitis. Mereka nggak suka dengan tempat makan yang disekat dengan meja dan kursi semacam itu. Tapi kenapa food court Yogya Toserba begitu ramai?

Coba hitung lagi ada berapa penjual makanan dan minuman disana. Jika dihitung, maka jumlahnya mungkin bakal sedikit apabila masing-masing kedai di food court itu dipisah sendiri. Itu belum dilihat dari orang yang berpikir, "daripada makan diluar, yang bakal terjebak parkir lagi, mending makan disini sekalian belanja dan bermain."

Itu belum sebuah pertanyaan, "Apakah orang Indramayu bakal sepenuh hati menerima lumpia sebagai teman makan nasi mereka?". Namun seiring perjalanan waktu, dan strategi pemilik KEPLoB yang menyiasati situasi kekinian, kita hanya bisa melihat apakah kedai ini mampu bertahan dan berkembang? Ayo lihat sambil makan lumpia pedas.