Agar Kopi Tak Mengganggu Tidur Kita

Kopi, terutama kopi hitam, menyandang posisi yang strategis di tengah kehidupan modern ini. Malah ada yang bilang, kalau kopi merupakan bahan bakar manusia, layaknya bensin bagi mesin.

Manusia meminum kopi di pagi hari, untuk memberi 'bahan bakar' bagi tubuhnya. Bahkan kopi telah menjadi istilah, seumpama ketika kendaraan mampir ke pengisian bahan bakar.

kopi

Ya, kita mengenal istilah coffee break. Ini menandakan bahwa kopi telah merasuk dalam ke nadi peradaban, ke hal-hal yang istimewa dalam kehidupan, dan tentu saja mampu menghubungkan manusia satu dengan lainnya.

Meski begitu, ada sisi kelam dari minuman yang lazimnya ini berwarna hitam. Karena kopi alami sering tidak praktis disajikan, maka peran bagi kopi instan pun merebak bak sampar.

Akhirnya, demi meraup untung melimpah, baik kafe maupun pabrik kopi, kerap menambahkan bahan kimia untuk memberi rasa kopi dan manis tanpa ada sebiji kopi dan sebatang tebu di dalamnya.

Alih-alih memunculkan manfaat kopi, hal ini memicu tingginya gula darah yang bakal mengakibatkan diabetes dan obesitas.

Apakah kopi alami bakal selamanya menyehatkan? Tentu tidak, jika kita meminumnya berlebih. Sesuatu yang yang berlebihan bakal  berdampak kurang baik, sama halnya dengan kopi.

Kopi bakal memicu kerja jantung, sehingga bakal berdampak pada kualitas tidur yang buruk, jika kita terlalu banyak meminumnya. Lalu kapan dan seberapa banyak kita mesti meminum kopi agar manfaat kopi bisa optimal?

Penelitian Yang Mengejutkan


Sebuah kajian yang melibatkan 12 pria dan wanita yang sehat mengungkapkan bahwa mengonsumsi kafein sebelum tidur bisa menyebabkan tidur jadi tidak bekualitas.

Pada saat penelitian tersebut, pria dan wanita ini diberikan jadwal tidur secara rutin antara pukul 9 malam hingga jam 1 pagi, dan bangun pada pukul 6 pagi hingga 9 pagi.

Masing-masing dari mereka tidur antara pukul 6.5 jam hingga 9 jam per malam tanpa mengalami rasa kantuk pada siang harinya. Partisipan diberikan dosis kafein pada antara 59 menit sebelum tidur, kemudian 3 jam sebelum tidur, dan 6 jam sebelum tidur.

Hasilnya cukup mengejutkan. Para partisipan ini mengalami tidur yang terganggu, dan tak peduli apakah mereka merupakan pemegang dosis konsumsi kafein 59 menit sebelum tidur, 3 jam, atau 6 jam sebelum tidur.

Secara signifikan, kafein mengganggu kualitas tidur para partisipan tersebut. Karna meski partisipan sudah tidak merasakan kafein dalam tubuhnya lagi, tidurnya tetap terganggu.

Penelitian yang dilaksanakan oleh Disorders & Research Center pada Henry Ford Hospital dan Wayne State College of Medicine ini menggunakan kafein buatan yang setara dengan segelas kopi.

Tapi apakah dengan hasil penelitian ini kita dengan serta merta mengurangi konsumsi kopi kita? Oh, tunggu dulu.

Meski berpotensi mengganggu tidur kita, sayang sekali jika manfaat kopi tak kita dapatkan karena kita berhenti meminumnya. Lalu bagaimana caranya agar kopi jalan terus, dan tidur tetap bagus? Berikut ini tips agar kopi yang kita konsumsi tidak mengganggu istirahat malam kita.

1. Jangan Minum Kopi Setelah Jam 2 Siang


Lihat kembali penelitian diatas. Orang-orang terganggu tidurnya meski kafein telah beredar selama 6 jam di tubuh. Efek kafein memang dahsyat.

Untuk itu jika kita memang melewatkan kopi di pagi hari, maka sempatkan meminum kopi pada saat coffee break. Biasanya pada pukul 10-an. Dan relakan sehari tak minum kopi jika waktu yang kita miliki untuk meminumnya hanya tersedia pada jam 2 siang. Kita tak mau 'kan kalau tidur jadi terganggu?

2. Batasi 4 Cangkir Kopi Sehari


Kafein memang bersumber dari mana saja. Bisa jadi kafein itu datang dari minuman berenergi. Jadi kalau kita sudah mengonsumsi kafein dari minuman berenergi, maka sebaiknya tak usah minum kopi lagi.

Konsumsi kafein yang disarankan oleh para ahli hanya sebanyak 400 mg, tak boleh lebih. Ukuran tersebut setara dengan empat gelas kopi.

3. Kurangi Asupan Kafein Seharian


Kopi pagi memang baik, namun jika dilanjutkan dengan konsumsi kafein atau minum kopi lagi, maka akibatnya bisa buruk.

Atau jika asupan kopi pagi kita justru membuat cemas meningkat, atau jantung terlalu tterpacu, maka kita perlu melakukan dekafeinisasi --entah istilah ini sudah baku belum--, yang berarti mengurangi atau bahkan menghilangkan pengaruh kafein dari kopi pagi itu. Hal ini bisa dilakukan dengan meminum teh tanpa gula.

4. Perhatikan Cangkir Kopi Kita


Nah, ini yang terakhir. Kita mesti perhatikan ukuran cangkir sebagai tempat kita minum kopi. Jika ukuran batas kafein yang boleh dikonsumsi adalah 400 mg, maka itu sekitar empat cangkir.

Nah, cangkir yang seberapa besar? Ukuran ini mengambil konsumsi umum cangkir peminum kopi, yang kira-kira berukuran 200 ml. Jadi kalau cangkir kita lebih besar dari itu, maka hitung lagi berapa mg kafein yang bakal masuk ke tubuh kita.
Bang Doel Seorang pekerja sosial yang suka dengan gadget dan dunia digital. Untuk kontak silakan hubungi doeljani.indramayu@gmail.com.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel