8 Teori Populer Tentang Kepunahan Dinosaurus

Dinosaurus senantiasa memikat banyak orang. Soal apakah hewan ini hanya mitos belaka, ataukah benar adanya. Sebab mereka hilang dan hanya menyisakan tulang belulang yang diperdebatkan. Lantas berbagai teori pun menyeruak sejak lama soal kepunahan dinosaurus.

Teori soal kepunahan dinosaurus bermacam-macam. Di bawah ini bisa kamu lihat beberapa diantaranya:


1. Hantaman Asteroid





Asteroid yang jatuh di bumi pada jaman dinosaurus hidup banyak dipakai untuk menjelaskan mengapa hewan raksasa ini punah. Saking banyaknya teori ini dipakai, penemu teorinya, fisikawan Luis Alvarez, diganjar hadiah Nobel dan teori tersebut dinamakan hipotesis Alvarez. Luis Alvarez dan timnya menemukan iridium dalam jumlah yang banyak di lapisan sedimen perbatasan Cretaceous dan Paleogene. Iridium merupakan unsur yang langka di Bumi, namun biasa ditemukan dalam asteroid.

Teori ini memunculkan satu pertanyaan: jika asteroid pernah menghantam bumi, dimana bekasnya? Sepuluh tahun setelah teori Alvarez dipublikasi, yakni tahun 1990, para peneliti menemukan retakan Chicxulub di Meksiko. Retakan tersebut dipercaya sebagai bekas asteroid kira-kira sepanjang 110 mil dan lebar 6 mil yang pernah menghantam Bumi, sebagaimana teori Alvarez.

Akibat hantaman asteroid ini, debu dan asap beterbangan memenuhi atmosfir Bumi dan menciptakan kegelapan selama beberapa dekade. Asteroid juga memicu kebakaran hutan yang berkepanjangan. Kumpulan faktor itulah yang menyebabkan dinosaurus punah secara massal.

2. Badai Api Global


Ilustrasi. Sumber: independent.co.uk
Setidaknya teori Alvarez menciptakan dua kubu. Kubu yang pertama memegang teguh bahwa dengan hantaman asteroid saja dan menciptakan kegelapan, dinosaurus pun bisa punah. Namun kubu yang kedua lebih percaya soal proses yang terjadi pasca hantaman asteroid. Jadi teori selanjutnya menerangkan bahwa setelah asteroid menghantam, ada banyak batu yang beterbangan ke angkasa dan tersedot kembali oleh gravitas bumi.

Batu-batu termasuk butiran pasir kecil itu masuk kembali ke atmosfer dan menyebabkan gesekan. Proses inilah yang dipercaya memusnahkan makhluk daratan, kecuali mereka yang hidup di bawah air paling dalam. Karena gesekan tersebut membuat bumi sangat panas, yang disebut teori itu berada pada kisaran 2700 derajat Fahrenheit. Ini setara dengan satu megaton bom di setiap empat mil Bumi.

3. Hypercrane


Ilustrasi. Sumber: http://pelpix.info
Teori ketiga menyebut hypercrane sebagai pemusnah dinosaurus. Setidaknya inilah yang disebut oleh seorang profesor Massachusetts Institute of Technology (MIT), Kerry Emanuel. Dengan menggunakan simulasi komputer, Kerry menjelaskan super hurricane (hypercrane) terjadi akibat tumbukan asteroid yang menyebabkan 40-50 mil area samudera panas hingga 120 derajat Fahrenheit.

Hal ini menyebabkan hypercrane yang menghembuskan angin hingga mencapai kecepatan 600 mil perjam. Sebagai perbandingan, badai paling kuat dalam sejarah peradaban manusia adalah Typhoon Tip pada 12 Oktober 1979. Saat itu angin mencapai kecepatan 190 mil perjam, hampir sepertiga dari kecepatan angin saat hypercrane.

Ketika kondisi terciptanya hypercrane terpenuhi, maka badai ini akan terus berlanjut. Bahayanya adalah ketika kumpulan angin ini membawa air ke stratosfer dan merusak ozon. Kerusakan lapisan ozon dimana-mana menyebabkan makhluk hidup penghuni Bumi tak bisa bertahan kecuali mereka yang memiliki tempat berlindung hingga ozon kembali normal.

4. Kompetisi Antar Mamalia


Ilustrasi. Sumber: http://flickr.com
Ini teori yang menarik, meski tidak begitu banyak dipakai oleh banyak orang. Saya mengingat teori ini dipelajari di SMP di Indonesia. Teori ini menjelaskan bahwa kepunahan dinosaurus akibat kalah bersaing dengan mamalia.

Mamalia yang diketahui merupakan makhluk yang kompleks, lebih paham soal bagaimana mencari makanan dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Perbedaan paling signifikan antara mamalia dan dinosaurus adalah soal ukuran tubuh. Meski terlahir kecil, dinosaurus bakal tumbuh menjadi besar yang pastinya membutuhkan makanan yang banyak. Tak hanya itu, sistem perkembangbiakkan antara mamalia yang mengandung dengan dinosaurus yang bertelur menambah faktor lain dalam persaingan.

Telur lebih rentan dimangsa predator, sedangkan mamalia akan terus membawa calon anaknya di rahim. Teori ini menjelaskan mengapa mamalia bisa bertahan dan mengapa dinosaurus punah.

5. Continental Drift


Ilustrasi. Sumber: Ice Age: Continental Drift promo
Teori ini menjadi tema dalam salah satu sekuel film animasi Ice Age. Memang benar seperti yang digambarkan dalam film animasi itu, continental drift berarti pergeseran lempeng bumi. Bumi terus bergeser hingga menyebabkan perubahan iklim yang tidak bisa dihadapi oleh dinosaurus.

Saat dinosaurus ada sekitar 248 sampai 65 juta tahun silam masuk ke era Mesozoic. Para ilmuwan membaginya ke dalam tiga periode yakni Triassic, Jurassic dan Cretaceous. Pada masa Triassic, Bumi hanya memiliki satu benua yang disebut Pangea.

Saat era Jurassic, Pangea ini mulai bergeser dan menyisakan retakan dan patahan dimana-mana. Jaman Jurassic 'berhasil' memecah Pangea menjadi dua benua besar. Namun continental drift terus berlanjut hingga jaman Cretaceous yang membuat dua benua itu terus pecah hingga berbentuk mendekati kondisi benua-benua seperti saat ini.

6. Komet


Ilustrasi. Sumber: zmescience.com
Kembali pada retakan Chicxulub yang pernah disebut sebagai akibat dari asteroid yang menghantam Bumi. Dalam teori ini retakan itu disebut sebagai akibat dari hantaman komet, bukan asteroid. Komet terdiri dari es, debu, material batu dan komponen organik sementara asteroid hanya terdiri dari metal dan batu saja. Komet yang disebut disini lebih kecil, namun bergerak sangat cepat.

Meski begitu, soal komet dan asteroid ini menyisakan banyak perdebatan. Mereka yang meyakini komet lah yang menghantam bumi percaya bahwa debu dan pecahan sisa ke udara lebih berpotensi disebabkan oleh komet dibanding asteroid.

7. Letusan Gunung Berapi


Ilustrasi. Sumber: timeecocentric.files.wordpress.com
Teori yang lain menyebut kepunahan dinosaurus disebabkan oleh gunung berapi. Tersebutlah oleh para ilmuwan sebuah wilayah gunung berapi yang disebut Deccan Traps, yang kini berada di India, meletus. Letusannya menghasilkan sulfur dan mencemari udara hingga 10.000 tahun lamanya. Jika begitu, ini sepuluh kali lebih besar dari emisi yang dihasilkan oleh tumbukan asteroid.

Teori ini dikuatkan oleh temuan perusahaan pengeboran minyak yang melakukan eksplorasi di elpas pantai India timur tahun 2009. Mereka menemukan endapan lava yang sangat tua. Setelah dianalisa, endapan lava tersebut mengandung fosil dari jaman dinosaurus.

8. Gabungan seluruh teori


Mungkin seluruh teori yang disebutkan agak sulit dibantah, sehingga ada juga yang mempercayai seluruh teori diatas menyumbang kepunahan dinosaurus. Kejadian-kejadian itu terjadi pada saat yang bersamaan. Karena ada juga bukti yang menyebut bahwa komet atau asteroid yang menumbuk bumi bersamaan waktunya dengan gunung berapi di India meletus. Jika sudah begitu maka kemunculan bencana lain seperti badai api dan hypercrane hanya menunggu waktu. Semuanya berkontribusi dalam kepunahan dinosaurus.