19 Pertanyaan Buat yang Serius ke Jenjang Pernikahan

Kamu yang bakal bersanding dengannya di pelaminan mesti mempertimbangkan banyak hal. Menikah tentu berarti menyatukan dua insan, yang berarti kamu bakal bersamanya dalam separuh usiamu. Maka mempertimbangkan segala sesuatunya secara matang menjadi kewajiban yang mesti didahulukan sebelum kamu mengiyakan ajakannya untuk menikah.

Ilustrasi / www.kalmakuran.com

Seperti apapun situasimu sekarang, kamu wajib mempertimbangan hubunganmu dengan dia. Nah, 19 pertanyaan ini wajib kamu jawab dengan jujur untuk memastikan langkah yang bakal kamu ambil.

1. Apakah kamu dan dia menerima satu sama lain?

Setiap orang itu unik, berbeda satu sama lainnya. Suami istri tentu berbeda dengan bebeb-ayang saat masa pacaran. Oleh karenanya menjadi penting ketika kamu dan dia saling menerima satu sama lain dalam kondisi apapun.

2. "Siapa saya?"

Bagaimana kamu tahu pasangan kamu, jika kamu sendiri tak tahu diri kamu seperti apa? Banyak orang bilang "this is my self" padahal dia sedang meniru-niru singer K-Pop wannabe.

3. Apakah saya bahagia dengan hubungan ini?

Kamu yang lebih tahu apakah kamu bahagia dengannya. Kalau kamu cuma jadi tukang ojek, cuma menjadi pelengkapnya saat dia hang out sama geng hobbyist-nya, move out jauh-jauh.

4. Saya tidak terpaksa menjalani hubungan ini?

Mengasihani pasangan kita bukan hal yang bijak. Apalagi menjadikannya pasangan seumur hidup. Kasihan selalu punya waktu untuk pergi kapan pun dia mau.

5. Bagaimana merekatkan kembali hubungan yang sempat renggang? Sudah punya caranya?

Kadang pekerjaan membuat suasana jadi renggang, yang tadinya dekat jadi menjauh, yang tadinya hangat tiba-tiba saja dingin. Sudahkah kamu punya cara untuk mengembalikan semuanya seperti semula? Jika tidak, kehidupan rumah tangga kamu bakal kehilangan aura positifnya.

6. Hubungan ini saling memberi?

Saling memberi menjadi prasyarat utama dalam sebuah hubungan antar insan. Jika hanya kamu yang memberikan segalanya (maksudnya cinta, bukan yang 'lain'), sedangkan dia masih setengah-setengah sama kamu, pikirkan lagi.

7. Setelah kamu merasa bahagia, mampukah kamu bahagia dengannya?

Jika kamu melihat pasanganmu senang dengan hobinya, mampukah kamu minimal mendukungnya untuk terus menjalani hobinya yang positif itu? Dan kamu merasa bahagia dengan perbuatanmu, sepertinya itu sudah cukup disebut dengan bahagia bersama.

8. Mampukan kamu bahagia masing-masing?

Ini tidak baik. Pasangan yang bahagia dengan urusannya masing-masing menandakan ada yang tak sehat dengan hubungan mereka.

9. Mengapa kamu menjalin hubungan dengannya?

Jawablah dengan respek, cinta, kepercayaan dan kebaikan atas orang yang selama ini dengan pasangan kamu? Namun jika kamu menjawab dengan "yah daripada jadi jomblo," "Hmmm...lumayan dia mah tajir," atau malah kamu khawatir ditinggalkan, maka kamu bakal menjalani hubungan dengan sakit hati.

10. Kemanakah hubungan kamu bermuara? Ke jalan bahagia kah?

Hidup untuk saat ini memang hebat, namun adakalanya kamu dan dia merencanakan sesuatu untuk masa depan kamu berdua. Ajak dia merencanakan masa depan itu. Jika dia tak mau, hmmm...pertimbangkan lagi.

11. Percaya nggak sih, kamu sama pasangan kamu?

Untuk beberapa orang, pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang cukup lama. Iya, mereka gamang dengan rasa percaya atas pasangan masing-masing. Namun yang jadi aneh, mereka masih saja bertahan dengan itu.

12. Orang baikkah dia?

Ketahui dengan baik pasangan kamu. Kenali orang-orang terdekatnya, lalu kamu bisa jawab pertanyaan tersebut.

13. Menarik nggak sih kamu di mata pacar kamu?

Kemenarikan ini menjadi relatif apabila dihadapkan dengan selera seseorang. Tapi pertanyaan ini patut kamu ajukan ke diri kamu sendiri, menarikkah kamu di matanya?

14. Kamu tak perlu menjaganya bak orang tua?

Menjaga si dia memang jadi kewajiban kamu, namun bukan berarti kamu jadi orang tuanya di luar rumah. Jika masih begitu, berarti pertimbangkan lagi pernikahan kamu.

15. Dia selalu mendukungmu?

Kamu dan dia adalah satu tim. Ini berarti kamu dan dia selalu mendukung apapun yang terjadi.

16. Apa pandangan kamu dan dia sudah searah?

Ini kembali berbicara soal masa depan kamu berdua. Jika pandangan kamu dan dia sudah searah soal masa depan, maka jangan tunggu lama-lama.

17. Kamu dan dia tumbuh bersama kah?

Ini bukan soal tumbuh bersama sejak kecil. Maksudnya saling mendukung itu. Kamu dan dia saling menguatkan untuk mencapai cita-cita bersama.

18. Hubungan kamu dan dia tidak mengubah kamu? hmmmm...

Kamu, adalah kamu. Pikirkan lagi jika dia mencoba mempengaruhi kehidupan kamu. Kecuali dia ingin membawamu ke kehidupan positif nan penuh arti, please a warming welcome for this.

19. Tanya kembali suara hatimu, dia kah orangnya?

Luruhkan kadar subjektifitas kamu, lalu tanya kembali apakah dia memang orang yang bakal kamu jadikan pendamping hidup selamanya? Jangan pungkiri kata hati, karena hanya kamu yang bakal menanggungnya seumur hidup.

Jika "ya" dan "ya" merupakan jawabanmu atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka kemungkinan besar dialah yang kamu cari selama ini. Berbahagialah!