Para Wanita Pembunuh Berdarah Dingin Sepanjang Sejarah

Kematian Kim Jong-nam yang merupakan saudara tiri diktator Korea Utara, Kim Jong-un, memang mirip dengan cerita detektif. Sebab kematian kerabat dekat presiden berusia 34 tahun tersebut dibunuh oleh dua wanita. Pun pria berusia 45 tahun itu dibunuh dengan racun.


Sontak kematian Kim Jong-nam menjadi headline banyak media internasional. Sebabnya apalagi kalau bukan keterkaitannya dengan diktator muda di semenanjung Korea itu. Namun ketika Jong-nam dibunuh oleh dua wanita yang diduga kuat merupakan mata-mata Korea, maka ceritanya bertambah dramatis.

Hingga artikel ini dibuat, kelanjutan cerita pembunuhan yang mirip dengan nasib yang menimpa kritikus politik Bulgaria, Georgi Markov, pada tahun 1978 tersebut masih berlangsung.

Namun tahukah kamu, dalam sejarah memang cukup banyak para wanita yang tercatat melakukan pembunuhan yang cukup terkenal. Meski tak bermaksud melakukan bias gender, namun tak pelak ketika perempuan diposisikan sebagai pembunuh seperti kisah kematian Kim Jong-nam itu, unsur dramanya sungguh terasa sekali.

Dan sejarah mencatat, setidaknya dua wanita yang diduga membunuh Kim Jong-nam diatas, yakni Doan Thi Huong dan Siti Aishah, ada banyak wanita yang menorehkan catatan sebagai pelaku dari pembunuhan yang cukup menghebohkan publik. Dan inilah keenam diantaranya:

1. Marcia

Pada tahun 180 Masehi, Lucius Aurelius Commodus Antonius memerintah Romawi pasca kematian ayahnya, Marcus Aurelius. Kekuasaan yang didapat Lucius pun membuatnya jadi tinggi hati. Lingkar paling dalam kekuasaannya pada akhirnya jengah atas ulah Lucius ini, hingga salah satu selirnya, Marcia, melakukan konspirasi untuk menumbangkan Lucius. Kaisar ini pun dicekik oleh beberapa orang yang kuat, setelah sebelumnya selamat akibat racun yang diberikan Marcia.

2. Judith

Beberapa ratus tahun sebelum kelahiran Yesus, Jenderal Militer Assyria, Holofernes, mengepung kota Bethulia dan penduduknya yang kebanyakan Yahudi tak bisa berbuat banyak. Namun ada seorang janda yang rela melakukan sesuatu yang terbilang nekad. Namanya Judith. Dengan pesonanya sebagai perempuan, ia pun masuk ke dalam tenda dan berhasil memenggal kepala sang jenderal yang sedang mabuk.

Tindakan Judith ini membuat tentara Assyria pun membubarkan diri, meninggalkan kota Bethulia, dan menyisakan sosok pahlawan wanita yang bernama Judith.

3. Mary Surratt

Orang-orang mungkin lebih mengenal Joh Wilkes Booth. Sebabnya, pria ini terkait dengan pembunuhan presiden pertama Amerika Serikat, Abraham Lincoln, pada tahun 1865. Namun siapa sangka alur pembunuhan tersebut menyeret nama Mary Surratt, seorang wanita yang pada akhirnya mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama yang dijatuhi hukuman gantung dalam sejarah hukum federal Amerika Serikat.

Presiden Andrew Johnson mengabaikan permohonan ampun dan banding Mary dan tetap melanjutkan hukuman gantung atas dosanya dalam membantu pembunuhan presiden pertama itu.

4. Marie Sukloff

Marie Sukloff sebenarnya hanya seorang petani muda biasa di Rusia pada awal abad ke-20. Namun ketika Gubernur Jenderal Fyodor Dubasov punya kebijakan memusnahkan ras Yahudi, Sukloff ikut bertempur melawan sang gubernur.

Satu ketika, saat temannya berhasil melemparkan bom di bawah kereta Fyodor, benda itu tidak meledak. Sukloff pun dengan berani melemparkannya ke dalam kaca jendela sang gubernur. Fyodor pun tewas, dan Sukloff dipenjara karena pembunuhan gubernur.

5. Shi Jianqiao

Cerita Shi Jianqiao bermula ketika perwira militer China, Shi Congbin dibunuh oleh Sun Chuanfang pada tahun 1925. Tak cuma dibunuh, namun kepala Shi Congbin dipenggal dan ditaruh di stasiun kereta api setempat. Shi Congbin adalah ayah Shi Jianqiao, dan pembunuhan yang dilakukannya kemudian merupakan aksi balas dendam.

Sun Chuanfang akhirnya berhasil ditemukan Shi Jianqiao yang kemudian melesakkan tiga peluru ke kepalanya. Pada akhirnya, meski dihukum penjara atas perbuatannya, Shi Jianqiao mendapat pengampunan penuh pada 1936.

6. La Tigresa

Idoia Lopez Riano merupakan seorang pucuk pimpinan dari kampanye kemerdekaan Basque dari Spanyol pada 1980-an. Wanita ini biasa dijuluki sebagai La Tigresa. Bukan tanpa alasan julukan itu disematkan, sebab dia bertanggung jawab atas bom yang menewaskan 12 orang petugas pada 1986.

La Tigresa pun kemudian menjadi teroris paling dicari diantara para teroris lain yang tergabung dalam pemberontak Basque, ETA. Dan pada tahun 2003, La Tigresa pun dijatuhi hukuman penjara.

Sebenarnya masih banyak pembunuhan orang-orang terkenal yang dilakukan oleh wanita. Mereka membuat sejarah menjadi tragedi sekaligus drama. Sebab, ketika wanita diidentikkan dengan sosok yang lemah lembut, agaknya mustahil perbuatan-perbuatan itu dilakukan dengan sifat feminim.