Ini Yang Perlu Diketahui Kalau Memilih Wirausaha Sebagai Karir

Rasio wirausaha dengan pekerja kantoran di negeri ini masih timpang. Iya, jauh lebih banyak pekerja kantoran dibanding wirausaha. Mungkin kondisi ekonomi negara ini yang masih labil juga menjadi pertimbangan kenapa bekerja pada perusahaan, buruh pabrik apalagi PNS menjadi pegangan hidup banyak orang.

Sementara wirausaha menjadi jalan terakhir apabila persaingan di jalan karir tersebut tersingkir. Bukan apa-apa, dengan kondisi ekonomi yang cenderung tidak stabil, tingkat risiko tentu jauh lebih tinggi dalam berwirausaha dibanding dengan kondisi ekonomi negara yang mapan.

Wirausaha pemilik kedai kopi. / Gambar: shopkeep.com.

Baik kamu yang memilih bekerja kantoran, atau sejak awal mula memilih berwirausaha, meski dipahami baik-baik bahwa keduanya bukan soal baik dan buruk.

Pekerja kantoran pun bakal buruk apabila selalu melakukan korupsi waktu, bekerja tidak profesional dan lainnya, sementara berwirausaha pun akan jadi negatif apabila senantiasa berbuat curang dalam berdagang, tidak memedulikan lingkungan dan lainnya. Pilihan baik dan buruk itu kembali pada sikap internal, bukan pada pilihan karir.

Nah, berikut ini ada beberapa hal yang bakal kamu dapatkan ketika memilih menjadi wirausaha. Baik kamu yang memang sejak semula memilih wirausaha sebagai pilihan pertama, maupun pilihan kedua setelah stuck di jalan pekerja kantoran. Yuk, langsung saja.

1. Punya Banyak Waktu Luang? Think Again!

Siapa bilang dengan berwirausaha bakal punya banyak waktu luang? Buang jauh-jauh pikiran ini. Berwirausaha memang punya banyak waktu luang, karena kamulah bosnya. Kamu bisa tentukan kapan waktunya libur, kapan waktunya bekerja. Betul, begitu. Tapi pikirkan lagi kalau usaha kamu diisi dengan banyak liburan, alhasil pelanggan bakal kabur dan usaha kamu bakal sepi sampai gulung tikar. Mau?

2. Kamu Masih Punya Bos: Pelanggan


Berwirausaha adalah menjadi bos bagi diri sendiri. Itu tidak salah. Namun ada bos yang harus lebih dihormati dibanding kamu sendiri, yakni pelanggan kamu. Layani mereka, buat mereka nyaman dengan pelayanan kamu. Ini salah satu kunci berwirausaha.

Adakalanya mereka bakal komplain, marah-marah dan membuat kamu pusing tujuh keliling. Jadi buang jauh-jauh anggapan bahwa dengan berwirausaha kamu bakal lepas dari omelan bos. Boleh jadi kamu bakal dapat yang jauh lebih seram, karena bos kamu banyak!

3. Bangkrut, Risiko Tanggung Sendiri

Kalau kamu kerja kantoran, kemudian di-PHK, maka perusahaan biasanya bakal kasih pesangon. Entah sekali gaji, atau pegangan untuk menemukan pekerjaan baru atau buat berwirausaha. Tapi, jika kamu memilih berwirausaha sejak awal, maka urusan bangkrut bakal kamu sendirian yang menanggungnya.

Meskipun kamu menangis tersedu-sedu sampai guling-guling, tak ada yang bakal menolong kamu kecuali semangat kamu untuk bangkit.

Masih memilih berwirausaha? Masih? Masih! Bagus. Tiga poin itu bakal menjadi pemacu kamu untuk menetapi jalan wirausaha yang banyak membuat orang sukses berlimpah finansial.

Tapi mesti diingat, bahwa kebahagiaan bukan terletak pada jadi apa kamu, namun apa yang bisa kamu perbuat untuk orang-orang tersayang.