10 Fakta di Dalam Bioskop Yang Jarang Diketahui

Selalu lebih menyenangkan menyaksikan film kesukaan di layar bioskop ketimbang di rumah. Hal inilah yang membuat banyak orang merelakan waktu dan biaya untuk berbondong-bondong ke bioskop terdekat. Namun ada banyak hal yang tersembunyi dari bioskop, yang tidak ditulis bahkan terkesan disembunyikan dari manajemennya.


Pada artikel kali ini, akan diungkapkan 10 hal yang sering disembunyikan oleh bioskop kesayangan kita. Fakta ini diambil dari beragam sumber, dan sebetulnya kita sudah sering melihatnya tapi jarang menyadarinya. Inilah daftarnya:

1. Ada kamera yang mengawasi di dalam bioskop.



Ada kalanya, deretan bangku belakang dihuni oleh para pasangan yang masih muda. Entah apa yang mereka lakukan di sudut tergelap di dalam bioskop ini, yang jelas mereka tidak tahu kalau ada kamera yang selalu mengawasi.

Kamera ini berguna sebagai perangkat keamanan, yang mencegah pembajakan serta pelanggaran yang dilakukan oleh penonton. Kalau pasangan mesum di sudut belakang bagaimana? Mungkin tergantung kebijakan bioskop tersebut, bisa jadi diusir keluar, atau malah menjadi bahan tontonan.

2. Ada banyak pembajakan film.


Pada situs-situs unduhan film, ada file yang disebut dengan versi cam. File film ini merupakan hasil perekaman video dari film yang sedang ditayangkan di dalam bioskop. Ya, tentu ini yang disebut pembajakan.

3. Pengelola bioskop tidak konsisten terkait aturan usia penonton.



Seringkali pengelola bioskop membolehkan siapapun masuk ke dalam ruang teater asal memiliki tiket. Padahal dalam setiap film ada rating yang membatasi usia penonton.

Pada film Hollywood, ada rating yang disimbolkan dengan huruf, misalnya G, yang berarti untuk semua umur. Kemudian ada PG, yang berarti bimbingan orangtua, PG-13: ada konten yang tidak sesuai untuk usia 13 tahun, R: Di bawah usia 17 tahun wajib didampingi, NC-17: hanya untuk 17 tahun keatas. Dengan berpatokan pada rating inilah, penonton maupun pengelola studio wajib menyesuaikan. Tapi kenyataannya penerapan rating ini belum maksimal.

4. Penonton selalu punya cara menyembunyikan makanan.



Di dalam ruang teater, penonton dilarang makan dan minum, kecuali membeli dari kantin bioskop. Sayangnya, selain pilihannya sedikit, harga makanan dan minuman di kantin tersebut dirasa cukup mahal. Sehingga banyak penonton membawa makanan sendiri, meski harus sembunyi-sembunyi. Dan penonton selalu punya cara untuk melakukannya, seperti di video ini.

5. Keuntungan utama bioskop ternyata bukan dari tiket.


Tentu ada alasan mengapa bioskop mewajibkan penontonnya membeli makanan di kantin mereka. Hal ini disebabkan kantin itu merupakan penyumbang terbesar dari keuntungan bioskop. Ya, keuntungan utamanya bukan dari penjualan tiket.

Jaringan bioskop harus membayar penayangan sebuah film dalam dua bulan pertama periode distribusi. Setelah dua bulan, seluruh keuntungan menjadi hak milik bioskop. Itulah mengapa banyak film yang masih ditayangkan meski tayangan perdana sudah lewat setahun.

6. Banyak penonton yang tak sanggup menahan emosinya.


Salah satu keunggulan bioskop dibanding menonton di rumah meski dengan home-theatre, adalah di bioskop film itu seolah-olah nyata. Hal ini menyebabkan banyak orang tak bisa menahan luapan emosinya, apalagi didukung dengan ruangan yang cukup gelap.

Kalau cuma meneteskan air mata, atau merasa takjub dengan efek CGI yang ditampilkan sih wajar. Tapi dalam The Toronto International Film Festival 2016, sebuah film berjudul Raw ternyata menimbulkan salah satu penonton membentur-benturkan kepalanya sendiri.

7. Banyak orang menghindari bioskop 3D.


Era keemasan film 3D mungkin bakal berakhir. Hal ini bukan disebabkan harga tiketnya yang lebih mahal, atau kacamata yang tergores. Ada alasan yang lebih masuk akal daripada itu.

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan film 3D. Ketika kacamata 3D dipasang, mata kita akan mengirim sinyal ke otak kalau sebuah gambar bergerak lebih nyata. Sayangnya, ada bagian dari tubuh kita, yakni telinga, yang menjaga agar tubuh tetap seimbang. Dan telinga ini mengirim sinyal ke otak kalau gambar itu tidak bergerak, dan hanya ilusi belaka.

Konfrontasi antara telinga dan mata inilah yang menyebabkan otak menjadi tidak nyaman dan membuat film 3D dihindari oleh sebagian orang.

8. Percuma berteriak ke petugas tayang apalagi ke layar ketika tayangan terganggu.


Kadang-kadang, kesalahan dalam pemutaran tayangan film terjadi. Ini manusiawi. Sayangnya, bagi sebagian penonton memilih untuk berteriak ke penjaga proyektor. Bahkan saking marahnya, memilih berteriak ke layar bioskop.

Padahal teriakan itu salah sasaran. Pasalnya, petugas yang bertanggungjawab terhadap kerusakan itu bukanlah penjaga proyektor, tapi ada staf teknis yang biasanya hanya tersedia beberapa orang saja dari sekian banyak layar. Itu yang harus segera diteriaki.

9. Ada saja yang bertengkar hingga berkelahi di dalam bioskop.


Ya seperti di tempat lain, orang-orang yang berkumpul punya potensi untuk berkonflik. Pertengkaran hingga perkelahian acapkali terjadi di dalam ruang teater. Kalau tidak percaya, silakan lihat video-videonya di Youtube. Salah satunya ini.

10. Sampah di dalam bioskop bakal lebih banyak di akhir pekan.


Banyak orang yang masih susah untuk membawa sampah keluar dari ruang teater. Akhirnya sampah-sampah setiap kali sebuah film diputar bakal berserakan dimana-mana. Hal ini semakin bertambah di akhir pekan, dimana tingkat kunjungan ke bioskop semakin meningkat.

Itulah fakta-fakta yang terjadi dalam gedung bioskop yang jarang diketahui oleh orang banyak, bahkan penontonnya sendiri. Adakah fakta yang belum kamu ketahui atau paling mengejutkan? Silakan tulis di kolom komentar.