6 Bencana Luar Angkasa yang Membuat Dunia Kiamat

Isu-isu tentang semakin rusaknya bumi memang sering membuat bulu kuduk berdiri. Kita menyaksikan dengan kulit paling luar betapa semakin panasnya bumi yang kita diami. Pun saat melihat di televisi tentang betapa kematian massal yang diakibatkan penyakit yang berpandemi. Kemudian, bertambah mengerikan pula apabila menyaksikan arogansi negara adidaya dengan perlombaan senjata nuklirnya.

Ancaman terhadap akhir dunia memang semakin nyata. Sebab, meski keimanan masih sejengkal saja, fakta-fakta yang disuguhkan semakin nyata adanya. Namun apakah itu sudah cukup? Ternyata tidak. Menurut astronom dari Nottingham Trent University, Daniel Brown, sebagaimana diungkap dalam artikel di The Conversation, memaparkan enam ancaman terhadap bumi yang berasal dari luar angkasa. Beberapa diantaranya bisa secara langsung memusnahkan umat manusia.

1. Badai Matahari

Matahari memang membawa manfaat yang cukup besar bagi keberadaan kehidupan di muka bumi ini. Sayangnya, pusat tata surya kita ini ternyata menyimpan bahaya yang cukup laten. Ia tak sedamai yang kita duga. Kejadian-kejadian yang ada di matahari, bisa berakibat secara langsung pada bumi. Salah satunya adalah badai matahari.

Pada tahun 1859, badai matahari dengan energi yang cukup besar berhasil diketahui untuk pertama kalinya. Kejadian tersebut disebut dengan nama Carrington Event, dimana Carrington diambil dari nama astronom yang menemukannya, Richard C. Carrington (1826 - 1875). Carrington Event memang tidak begitu bepengaruh secara langsung bagi manusia, namun gelombang magnetik yang dihasilkannya bisa merusak elektronik yang ada di bumi. Dan kita pun tahu apa yang bakal terjadi apabila seluruh barang elektronik di dunia mati secara bersamaan.

2. Asteroid Besar Yang Jatuh Ke Bumi

Asteroid yang jatuh ke bumi diduga pernah menjadi sebab mengapa dinosaurus punah. Dentuman besar yang diakibatkan oleh batuan luar angkasa tersebut tidak hanya membuat lubang yang cukup besar untuk memuat sebuah negara di dalamnya, namun juga imbas dari ledakan tersebut mampu menyapu permukaan bumi.

Asteroid jatuh memang sepintas cuma kekhawatiran belaka, dan hanya ada dalam film seperti Armagedon. Hanya saja beberapa penelitian memungkinkan asteroid lolos dan menembus permukaan bumi kemudian menimbulkan bencana yang hanya ada dalam film itu.

3. Matahari Yang Membesar

Menurut para ilmuwan, matahari memiliki masa kadaluarsa. Sebab ia merupakan sebuah bintang, yang mana seperti bintang lainnya, ia pun akan meredup, dingin, dan mati. Namun sebelum mati, sebuah bintang bakal membesar. Untuk kasus matahari, pembesarannya bakal menghabisi Merkurius dan Venus. Meski ukurannya tidak sampai ke bumi, namun jarak yang dekat ini mengakibatkan bumi bakal terimbas efek matahari yang begitu dekat. Ya, bumi bakal meleleh.

4. Radiasi sinar gamma

Ruang angkasa bukanlah ruang hampa aktivitas. Semuanya bergerak pada porosnya masing-masing dan berevolusi pada garis edarnya. Namun ada beberapa kondisi dimana dua buah bintang mengorbit begitu dekat sehingga berpotensi menghasilkan pendaran sinar gamma.

Pendaran sinar gama ini bisa menyebabkan radiasi dan mampu melubangi lapisan ozon yang berada di atmosfer bumi. Terbukanya lapisan ozon membuat sinar ultraviolet dari matahari yang berbahaya bagi manusia masuk dengan begitu mudahnya. Seluruh manusia di muka bumi bakal mudah terkena kanker kulit dan kerusakan DNA manusia.

5. Ledakan Supernova

Sebagaimana telah dijelaskan pada nomor 3 diatas, bahwa sebuah bintang punya masa kadaluarsa. Dan saat masa itu habis, ia berpotensi meledak. Para astronom telah melakukan estimasi tentang kemungkinan ledakan supernova yang bakal terjadi cukup dekat dengan bumi. Potensi itu datang dari konstelasi bintang di galaksi Orion, dimana sebuah bintang yang disebut Betelgeuse, sebuah bintang yang merah dan besar, berpotensi meledak.

Sebuah ledakan supernova akan menghasilkan sinar gamma yang sudah dibahas di nomor 3. Kabar baiknya, para astronom menghitung ledakan itu akan terjadi pada hitungan jutaan tahun lagi. Namun itu satu bintang yang terdeteksi, sementara ada miliaran galaksi dimana satu galaksi dihuni pula oleh miliaran bintang.

6. Bintang Bergerak

Matahari beredar sesuai dengan orbitnya masing-masing. Begitu pun dengan bintang-bintang yang lain. Namun ada bintang yang punya ekor dan orbitnya tidak sama dengan bintang yang lainnya dalam sebuah sistem planet. Ya, kita menyebutnya Komet. Kabarnya, sistem tata surya ini pun berpotensi besar dalam jalur tabrakan komet-komet yang cukup besar. Apabila ukuran komet jauh lebih besar dibanding sebuah asteroid, maka kita tahu apa yang bakal terjadi.

Keenam bencana bumi yang disebabkan oleh benda-benda luar angkasa itu hanyalah prediksi para ilmuwan yang dirangkum dari berbagai situs. Pada kenyataannya, bencana, baik yang datang dari luar angkasa, apalagi jelas-jelas yang datang dari Bumi sendiri, bisa datang kapan saja. Ya tinggal kitanya saja, banyak-banyak beribadah, berdoa, dan tetap berbuat baik pada sesama.
Bang Doel Seorang pekerja sosial yang suka dengan gadget dan dunia digital. Untuk kontak silakan hubungi doeljani.indramayu@gmail.com.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel