Kamu bingung mau menghabiskan waktu libur lebaran kemana? Kamu bisa liburan ke waduk saja. Waduk yang notabene merupakan hasil penampungan air dalam jumlah besar, sering menyuguhkan pemandangan yang tak kalah indah dari danau alami. Bahkan ada sebagian diantaranya yang menyediakan fasilitas wisata.

Nah, di bawah ini ada beberapa waduk yang tergolong sebagai waduk yang besar di Indonesia. Waduk-waduk tersebut cukup terkenal, baik karena sejarahnya, manfaatnya, hingga keindahannya. Yuk, kita intip saja daftarnya.

1. Waduk Kedung Ombo

Waduk Kedungombo. (Sumber: Grobogantopnews.com)
Waduk Kedung Ombo dibangun diatas lahan seluas 6.576 hektar. Luasnya waduk ini bahkan harus memaksa penduduk sekitarnya untuk berpindah tempat tinggal. Waduk ini pun terletak di 3 kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali yang seluruhnya berada di Provinsi Jawa Tengah.

Fungsi dari dibuatnya wadukyang menenggelamkan 37 desa, 7 kecamatan di 3 kabupaten ini lebih bersifat agraris. Karena dari waduk ini, ada 60.000 hektar sawah di Kabupaten Grobogan, Sragen, Boyolali, Demak, Kudus, dan Pati yang tak bisa terhindar dari kekeringan ketika musim kemarau.

Seiring waktu berjalan, waduk yang mulai diairi pada 14 januari 1989 ini tak hanya dimanfaatkan sebagai infrastruktur pertanian saja. Areal waduk mulai dikembangkan menjadi sarana wisata yang bisa diandalkan. Di sini anda bisa menyewa perahu motor untuk berkeliling perairan waduk, juga ada tempat pemancingan ikan air tawar yang bisa ditemui di sepanjang waduk.

2. Waduk Gajah Mungkur

Waduk Kedung Ombo. (Sumber: http://sendang-wonogiri.desa.id)
Waduk Gajah Mungkur terletak di selatan Wonogiri, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Waduk yang dibangun pada tahun 1970-an ini membendung sungai terpanjang di Pulau Jawa, yakni Sungai Bengawan Solo. Dengan luas area sekitar 8800 hektar, waduk ini mampu mengairi sawah seluas 23.600 hektar di tiga kabupaten, yakni Sukoharjo, Klaten, Sragen, dan Karanganyar.

Pembangunannya pun hampir sama dengan waduk Kedung Ombo, yakni menggusur warga di sekitar areal pembangunan, dan ditransmigrasikan ke wilayah Sitiung, Provinsi Sumatera Barat. Sehingga untuk mengenang warga yang telah meninggalkan tempat kelahirannya karena pembangunan waduk ini, dibuatlah patung ‘bedol desa’ di pintu masuk areal waduk.

Selain dimanfaatkan sebagai sumber air perusahaan air minum di daerah tersebut, waduk ini pun dimanfaatkan juga sebagai sarana rekreasi. Bagi anda yang suka memancing, disini pun tersedia fasilitas pemancingan yang lumayan representatif. Yang lebih mengasyikkan lagi, di waduk ini tersedia juga fasilitas layang gantung atau gantole yang bisa membawa anda melihat waduk dari ketinggian.

3. Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur. (Sumber: kampungtahfidzjatiluhur.com)

Waduk Jatiluhur berada di Kabupaten Purwakarta atau sekitar 9 KM dari pusat kotanya. Bendungannya merupakan yang terbesar di Indonesia dengan areal luas danau saja mencapai 8.300 hektar. Waduk Jatiluhur merupakan pionir waduk yang serbaguna di Indonesia, sehingga pemanfaatannya tak hanya buat pembangkit listrik saja.

Di Waduk jatiluhur, banyak petambak yang menggunakan keramba membudidaya berbagai jenis ikan air tawar. Makanya tak heran ketika anda berkunjung ke waduk ini bakal menemui banyak keramba-keramba di pinggiran maupun di tengah danau.

Fasilitas penunjang waduk Jatiluhur menjadi tempat wisata pun terbilang cukup lengkap. Tak hanya fasilitas wisata air semacam perahu-perahu sewaan saja, namun hotel, restoran villa dan bungalow pun tersedia dengan jumlah yang cukup berlimpah. Disini pun menjadi pusat pelatihan bagi atlet nasional cabang dayung dan dragon boat.

4. Waduk Batutegi

Waduk batutegi. (Sumber: duajurai.co)
Waduk Batutegi berjarak 85 KM dari pusat Kota Bandar Lampung. Waduk yang namanya berarti batu yang tegak ini memiliki luas 3.560 hektar. Pembangunan waduk yang memakan waktu sembilan tahun lamanya ini difungsikan untuk pembangkit listrik tenaga air, dan menghasilkan 125,2 Giga Watt per tahunnya.

Waduk Batutegi punya semacam pulau di tengah-tengahnya. Pulau tersebut dimanfaatkan sebagai sarana konservasi dimana lembaga pemerintah beserta komunitas pecinta satwa setempat sering melepasliarkan satwa di tempat ini.

Selain sebagai fasilitas pembangkit listrik, Waduk Batutegi juga dibuka untuk sarana wisata. Ada tempat penyewaan perahu bagi anda yang ingin menyusuri perairan waduk. Juga di sekeliling waduk terdapat pegunungan yang memungkinkan anda untuk melihat pemandangan yang begitu indah.

5. Waduk Karangkates

Waduk Karangkates. (Sumber: SeputarMalang.com)
Waduk Karangkates terbentuk dengan menahan laju aliran Sungai Brantas. Waduk dengan nama lain Ir. Sutami ini terletak di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten malang, Provinsi Jawa Timur.

Waduk dengan luas daerah pengumpulan 2.050 km2 ini dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali, sebuah anak usaha dari PT. PLN Persero. Waduk Karangkates selesai dibangun pada tahun 1977, dan memakan waktu pembuatan selama dua tahun.

6. Waduk Riam Kanan

Waduk Riam Kanan. (Sumber: jadiberita.com)

Waduk Riam Kanan menampung air dari delapan sungai yang berasal dari Pegunungan Meratus. Lokasi bendungan yang dibangun selama sepuluh tahun ini, menenggelamkan areal seluas 9.730 hektar atau setara dengan sembilan desa.

Waduk Riam Kanan cukup eksotis karena merupakan paduan antara perairan yang biru dengan hijau perbukitan di pinggirannya. Buat anda yang menyempatkan diri mampi disini, di waduk ini pun tersedia penyewaan perahu untuk mengajak anda berkeliling mengitari waduk.

7. Waduk Jatigede


Waduk Jatigede. (Sumber: teluklove.com)
Proyek pembangunan waduk Jatigede telah dimulai 50 tahun silam, namun baru dimulai kembali pada tahun 2010. Molornya pembangunan waduk yang menampung air dari Sungai Cimanuk ini, dikarenakan proses pembebasan lahan yang cukup rumit. Terhitung pembangunannya memakan waktu selama enam tahun hingga areal dengan 4.896 hektar ini komplit tergenang air pada awal tahun 2016.

Keberadaan waduk Jatigede bermanfaat bagi irigasi di Kabupaten Indramayu, Cirebon dan Majalengka. Waduk ini benar-benar masih baru sehingga, baik potensi wisata maupun manfaat lain yang bisa didapatkan belum terlihat. Hanya saja, menurut sumber yang didapat, waduk ini merupakan waduk terbesar kedua setelah Waduk Jatiluhur.


Tulisan ini pernah muncul di http://miner8.com dengan sedikit penggubahan.

Deretan Waduk Besar Yang Bisa Jadi Wisata Alternatif

Kamu bingung mau menghabiskan waktu libur lebaran kemana? Kamu bisa liburan ke waduk saja. Waduk yang notabene merupakan hasil penampungan air dalam jumlah besar, sering menyuguhkan pemandangan yang tak kalah indah dari danau alami. Bahkan ada sebagian diantaranya yang menyediakan fasilitas wisata.

Nah, di bawah ini ada beberapa waduk yang tergolong sebagai waduk yang besar di Indonesia. Waduk-waduk tersebut cukup terkenal, baik karena sejarahnya, manfaatnya, hingga keindahannya. Yuk, kita intip saja daftarnya.

1. Waduk Kedung Ombo

Waduk Kedungombo. (Sumber: Grobogantopnews.com)
Waduk Kedung Ombo dibangun diatas lahan seluas 6.576 hektar. Luasnya waduk ini bahkan harus memaksa penduduk sekitarnya untuk berpindah tempat tinggal. Waduk ini pun terletak di 3 kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali yang seluruhnya berada di Provinsi Jawa Tengah.

Fungsi dari dibuatnya wadukyang menenggelamkan 37 desa, 7 kecamatan di 3 kabupaten ini lebih bersifat agraris. Karena dari waduk ini, ada 60.000 hektar sawah di Kabupaten Grobogan, Sragen, Boyolali, Demak, Kudus, dan Pati yang tak bisa terhindar dari kekeringan ketika musim kemarau.

Seiring waktu berjalan, waduk yang mulai diairi pada 14 januari 1989 ini tak hanya dimanfaatkan sebagai infrastruktur pertanian saja. Areal waduk mulai dikembangkan menjadi sarana wisata yang bisa diandalkan. Di sini anda bisa menyewa perahu motor untuk berkeliling perairan waduk, juga ada tempat pemancingan ikan air tawar yang bisa ditemui di sepanjang waduk.

2. Waduk Gajah Mungkur

Waduk Kedung Ombo. (Sumber: http://sendang-wonogiri.desa.id)
Waduk Gajah Mungkur terletak di selatan Wonogiri, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Waduk yang dibangun pada tahun 1970-an ini membendung sungai terpanjang di Pulau Jawa, yakni Sungai Bengawan Solo. Dengan luas area sekitar 8800 hektar, waduk ini mampu mengairi sawah seluas 23.600 hektar di tiga kabupaten, yakni Sukoharjo, Klaten, Sragen, dan Karanganyar.

Pembangunannya pun hampir sama dengan waduk Kedung Ombo, yakni menggusur warga di sekitar areal pembangunan, dan ditransmigrasikan ke wilayah Sitiung, Provinsi Sumatera Barat. Sehingga untuk mengenang warga yang telah meninggalkan tempat kelahirannya karena pembangunan waduk ini, dibuatlah patung ‘bedol desa’ di pintu masuk areal waduk.

Selain dimanfaatkan sebagai sumber air perusahaan air minum di daerah tersebut, waduk ini pun dimanfaatkan juga sebagai sarana rekreasi. Bagi anda yang suka memancing, disini pun tersedia fasilitas pemancingan yang lumayan representatif. Yang lebih mengasyikkan lagi, di waduk ini tersedia juga fasilitas layang gantung atau gantole yang bisa membawa anda melihat waduk dari ketinggian.

3. Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur. (Sumber: kampungtahfidzjatiluhur.com)

Waduk Jatiluhur berada di Kabupaten Purwakarta atau sekitar 9 KM dari pusat kotanya. Bendungannya merupakan yang terbesar di Indonesia dengan areal luas danau saja mencapai 8.300 hektar. Waduk Jatiluhur merupakan pionir waduk yang serbaguna di Indonesia, sehingga pemanfaatannya tak hanya buat pembangkit listrik saja.

Di Waduk jatiluhur, banyak petambak yang menggunakan keramba membudidaya berbagai jenis ikan air tawar. Makanya tak heran ketika anda berkunjung ke waduk ini bakal menemui banyak keramba-keramba di pinggiran maupun di tengah danau.

Fasilitas penunjang waduk Jatiluhur menjadi tempat wisata pun terbilang cukup lengkap. Tak hanya fasilitas wisata air semacam perahu-perahu sewaan saja, namun hotel, restoran villa dan bungalow pun tersedia dengan jumlah yang cukup berlimpah. Disini pun menjadi pusat pelatihan bagi atlet nasional cabang dayung dan dragon boat.

4. Waduk Batutegi

Waduk batutegi. (Sumber: duajurai.co)
Waduk Batutegi berjarak 85 KM dari pusat Kota Bandar Lampung. Waduk yang namanya berarti batu yang tegak ini memiliki luas 3.560 hektar. Pembangunan waduk yang memakan waktu sembilan tahun lamanya ini difungsikan untuk pembangkit listrik tenaga air, dan menghasilkan 125,2 Giga Watt per tahunnya.

Waduk Batutegi punya semacam pulau di tengah-tengahnya. Pulau tersebut dimanfaatkan sebagai sarana konservasi dimana lembaga pemerintah beserta komunitas pecinta satwa setempat sering melepasliarkan satwa di tempat ini.

Selain sebagai fasilitas pembangkit listrik, Waduk Batutegi juga dibuka untuk sarana wisata. Ada tempat penyewaan perahu bagi anda yang ingin menyusuri perairan waduk. Juga di sekeliling waduk terdapat pegunungan yang memungkinkan anda untuk melihat pemandangan yang begitu indah.

5. Waduk Karangkates

Waduk Karangkates. (Sumber: SeputarMalang.com)
Waduk Karangkates terbentuk dengan menahan laju aliran Sungai Brantas. Waduk dengan nama lain Ir. Sutami ini terletak di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten malang, Provinsi Jawa Timur.

Waduk dengan luas daerah pengumpulan 2.050 km2 ini dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali, sebuah anak usaha dari PT. PLN Persero. Waduk Karangkates selesai dibangun pada tahun 1977, dan memakan waktu pembuatan selama dua tahun.

6. Waduk Riam Kanan

Waduk Riam Kanan. (Sumber: jadiberita.com)

Waduk Riam Kanan menampung air dari delapan sungai yang berasal dari Pegunungan Meratus. Lokasi bendungan yang dibangun selama sepuluh tahun ini, menenggelamkan areal seluas 9.730 hektar atau setara dengan sembilan desa.

Waduk Riam Kanan cukup eksotis karena merupakan paduan antara perairan yang biru dengan hijau perbukitan di pinggirannya. Buat anda yang menyempatkan diri mampi disini, di waduk ini pun tersedia penyewaan perahu untuk mengajak anda berkeliling mengitari waduk.

7. Waduk Jatigede


Waduk Jatigede. (Sumber: teluklove.com)
Proyek pembangunan waduk Jatigede telah dimulai 50 tahun silam, namun baru dimulai kembali pada tahun 2010. Molornya pembangunan waduk yang menampung air dari Sungai Cimanuk ini, dikarenakan proses pembebasan lahan yang cukup rumit. Terhitung pembangunannya memakan waktu selama enam tahun hingga areal dengan 4.896 hektar ini komplit tergenang air pada awal tahun 2016.

Keberadaan waduk Jatigede bermanfaat bagi irigasi di Kabupaten Indramayu, Cirebon dan Majalengka. Waduk ini benar-benar masih baru sehingga, baik potensi wisata maupun manfaat lain yang bisa didapatkan belum terlihat. Hanya saja, menurut sumber yang didapat, waduk ini merupakan waduk terbesar kedua setelah Waduk Jatiluhur.


Tulisan ini pernah muncul di http://miner8.com dengan sedikit penggubahan.